Selasa, 10 November 2015

PENALARAN DEDUKTIF

ANALISA PEMBAHASAN
PENALARAN DEDUKTIF

download.jpg
Disusun oleh :
Nama   : Dhenok Annisawati
NPM   : 22213322
Kelas   : 3EB23
Dosen  : Drs. Budi Santoso, MM


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

                                                                                                                       

Bekasi, 11 november  2015

                  Dhenok Annisawati

 DAFTAR ISI
Halaman Judul..................................................................................................i
Kata Pengantar.................................................................................................ii
Daftar Isi.........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1
1      1.1   Latar Belakang...........................................................................................2
1      1.2   Rumusan Masalah......................................................................................3
1      1.3   Tujuan Penulisan........................................................................................4
1      1.4   Tujuan Penulisan Masalah............................................................................5
1      1.5   Metode Pengumpulan Data..........................................................................6
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................7
 2.1 Pengertian penalaran.....................................................................................8
 2.2 Pengertian Deduktif......................................................................................9
 2.3 Macam- macam Deduktif.............................................................................10
BAB III PENUTUP.............................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................12

 BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis mengenai suatu topik kita harus berfikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya. Setiap saat selama hidup kita, terutama dalam keadaan jaga (tidak tidur), kita selalu berfikir. Menulismerupakan kegiatan mental. Pada waktu kita berfikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Kegiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, tanpa kesadaran, misalnya melamun. Kegiatan yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berfikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatanbernalar. Dapatlah dicatat bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran itu dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif.
Berdasarkan uraian diatas mengenai penalaran maka dapat kita katakan penalaran merupakan proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan. Sementara dalam karangan penalaran berarti penggunaan pikiran untuk suatu kesimpulan yang tuangkan dalam bentuk tulisan atau tertulis. Dengan penalaran yang tepat, hal-hal yang akan dituangkan dalam karangan menjadi kuat. Penyajian materi karangan akan sesuai dengan jalan pikiran yang tepat. Oleh karena itu, setiap pengungkapan harus dipertimbangkan terlebih dahulu agar hal-hal yang tidak tepat tidak masuk dalam karangan.

1.2 Rumusan Masalah
1. Ada yang dimaksud dengan penalaran deduktif ?
2. Apa berapa jenis penalaran deduktif ?
3. Bagaimana penulisan penalaran deduktif didalam sebuah kalimat dan penulisan ?
4. Apa yang dimaksud dengan penalaran induktif ?
5. Ada berapa jenis penalaran induktif ?
6. Bagaimana penulisan penalaran induktif didalam sebuah kaliamat dan penulisan ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui definisi Penalaran Deduktif.
2. Memahami arti Penalaran Deduktif.
3. Mampu menjelaskan Penalaran Deduktif. 
1.4 Tujuan Penulisan Masalah
Makalah ini dibuat bertujuan untuk peningkatan mutu dalam penggunaan Bahasa Indonesia dalam menguasai kemampuan berfikir, bersifat rasional dan dinamis berpandangan untuk menganalisa konsep penalaran yang bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah. Selain itu untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia 2.
1.5 Metode Pengumpulan Data
 Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini, sangat sederhana. Penulis mengumpulkan informasi dari beberapa media internet dalam mengumpulkan data.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengetian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan Indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Cirri cirinya :
·         Dilakukan dengan sadar
·         Didasarkan oleh sesuatu yang sudah diketahui
·         Sistematis
·         Berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu
·         Sifat analitik dari proses berpikirnya, sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu.
2.2 Pengertian Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah suatu tahap pemikiran dan pembelajaran manusia untuk menghubungkan antara data dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya terdapat kesimpulan yang dapat diambil.
Penalaran Deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Simpulan yang diperoleh tidak mungkin lebih umum daripada proposisi tempat menarik simpulan itu, proposisi tempat menarik simpulan itu disebut premis. Atau dapat juga diartikan penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.1
Penalaran deduktif menurut bentuk nya di bagi menjadi 2 bagian yaitu:
  a)      Penarikan simpulan secara langsung
  b)      Penarikan simpulan secara tidak langsung dan sekarang kita mulai dengan membahas tentang Penarikan simpulan secara langsung terlebih dahulu.
Penarikan simpulan secara langsung
a.    Simpulan secara langsung:
       Semua S adalah P (premis)
       Sebagian P adalah S (simpulan)
       Contoh: Semua manusia memiliki tangan. (premis)
                      Sebagian yang memiliki tangan adalah manusia. (simpulan)
b.     Semua S adalah P (premis)
         Tidak satu pun S adalah tak-P (simpulan)
         Contoh: Semua pencuri adalah pelaku kriminal. (premis)
                        Tidak satu pun pencuri adalah pelaku tidak kriminal. (simpulan)
c.      Tidak satu pun S adalah P (premis)
         Semua S adalah tak-P (simpulan)
         Contoh: Tidak seekor pun semut adalah manusia. (premis)
                        Semua semut adalah bukan manusia. (simpulan)
 d.      Semua S adalah P. (premis)
         Tidak satu-pun S adalah tak P (simpulan)
         Tidak satu-pun tak P adalah S (simpulan)
         Contoh: Semua pisau adalah tajam. (premis)
                        Tidak satu pun pisau adalah tak tajam. (simpulan)
                        Tidak satupun yang tak tajam adalah pisau. (simpulan).
Penarikan Simpulan secara tidak langsung
SILOGISME
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). 
Jenis-jenis silogisme
    a.    Silogisme Katagorial
    b.    Silogisme Hipotetik
    c.    Silogisme Alternative
    d.    Entimen
    e.    Silogisme Disjungtif
Berikut ini saya akan menjelaskan pengertian dari jenis-jenis silogisme diatas :
a.       Silogisme Katagorial
       Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
 
 Contoh :
     ·         Semua makhluk hidup pasti mati (premis mayor/premis umum)
     ·         Komodo adalah hewan yang dilindungi (premis minor/premis khusus)
     ·         Komodo pasti akan mati (konklusi/kesimpulan)

b.      Silogisme Hipotetik
     Yang dimaksud dengan silogisme hipotetik itu adalah suatu argumen/pendapat yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. 
       Contoh :
     ·         Apabila lapar saya makan nasi (mayor)
     ·         Sekarang lapar (minor)
     ·         Saya lapar makan nasi (konklusi)
c.       Silogisme Alternatif
     Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif itu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.
         Contoh :
     ·         Adi tinggal di Jakarta atau Malang
     ·         Adi tinggal di Jakarta
     ·         Jadi, Adi tidak tinggal di Malang
Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara tidak langsung. Dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contohnya :
-  Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
-  Pada malam hari tidak ada sinar matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.
-  Semua ilmuwan adalah orang cerdas
-  Anto adalah seorang ilmuwan.
Jadi, Anto adalah orang cerdas.
Jadi, dengan demikian silogisme dapat dijadikan entimen. Sebaliknya, entimen  juga dapat dijadikan silogisme.
e.       Silogisme Disjungtif
     Silogisme Disjungtif merupakan silogisme yang premis mayornya merupakan disjungtif, sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.
 Contoh :
     ·Seno masuk sekolah atau tidak. (premis 1)
     ·Ternyata Seno tidak masuk sekolah. (premis 2)
    ·Ia tidak masuk sekolah. (konklusi)
2.3 Macam-macam Penalaran Induktif
- Generalisasi 
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain. 
- Analogi 
Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.

BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Dari berbagai penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Penalaran Induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut Induksi. Dalam penalaran Induktif ini ada 3 jenis penalaran Induktif yaitu Generalisai, Analogi, dan Hubungan sebab akibat ataupun hubungan akibat–sebab.

DAFTAR PUSTAKA
Øhttp://www.mahapekabanten.org/blog-203-makalah-bahasa-indonesia-penalaran-induktif-dan penalaran-deduktif.html
Ø  http://lioneljuoenui.blogspot.co.id/2015/03/makalah-penalaran-deduktif-dan-induktif.html
Ø  http://febrianiega.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-penalaran-deduksi-dan-induksi_28.html
Ø  http://andesmario91.blogspot.co.id/2015/03/penalaran-induktif-dan-deduktif.html